Rutinitas Kekalahan Dan Cedera Yang Merugikan

Rutinitas Kekalahan Dan Cedera Yang Merugikan

Rutinitas Kekalahan Dan Cedera Yang Merugikan

Rutinitas Kekalahan Dan Cedera Yang Merugikan – Kita semua pasti memiliki rutinitas dalam kehidupan. Misalnya saja liburan di tanggal merah, entah itu hari besar keagamaan atau peringatan hari besar nasional. Kita pasti berkumpul di rumah dan bercengkrama dengan keluarga, berbagi cerita dalam suasana hangat. Arsenal mungkin juga memiliki beberapa rutinitas. Beberapa diantaranya adalah menghabiskan uang di detik-detik akhir bursa transfer musim panas. Tampil menjanjikan di hari Natal, kemudian tak peduli dengan dibukanya bursa transfer musim dingin, lalu mereka akan menjalani pertandingan yang tak bisa diprediksi pada bulan Februari atau Maret. Di akhir pekan lalu, kita melihat pertunjukan yang epic bagi Arsenal. Liverpool dan Arsenal sebenarnya sedang menjalani jadwal yang berat, apalagi Arsenal yang harus bermain dengan terganggu oleh jadwal pertandingan liga champions.Rutinitas Kekalahan Dan Cedera Yang Merugikan – Harusnya pertandingan tersebut menjadi pertarungan yang sengit, pertarungan dua mantan raksasa yang mencoba untuk bangkit kembali di kancah persepakbolaan Inggris. Realitanya, apa yang terjadi 90 menit kemudian diluar dugaan semua fans Arsenal yang paling pesimis sekalipun. Tertinggal satu gol setelah 53 detik pertandingan berjalan dan kemudian harus tertinggal empat gol dalam waktu 20 menit. Tentu saja pertunjukan tersebut membawa kesimpulan bahwa ada tim pemuncak klasemen di liga besar Eropa bisa kebobolan lima gol dalam waktu yang begitu singkat, dan lawannya adalah klub yang berposisi empat besar di liga yang sama. Arsene Wenger, seperti biasanya, menunjukkan bahwa dia tak bisa begitu saja dihiraukan sebagai manajer top.

Rutinitas Kekalahan Dan Cedera Yang Merugikan – Para pemainnya tapi tak bisa menangani permainan yang mengandalkan pressing ketat dari Liverpool. Pemimpin klasmeen Premier League ternyata tak bisa tampil dengan tenang dan mengejar ketertinggalan disisa waktu yang ada. Arsenal tersungkur dalam pertunjukan spektakuler, tapi apa yang paling mengejutkan bagi saya? Tak ada keterkejutan sama sekali. Maksud saya, memang sebagian besar analis tak memprediksi kekalahan dengan skor 5-1, tapi kebanyakan fans Arsenal sudah lebih dari siap jika sewaktu-waktu timnya tersungkur. Sejarah bisa menjadi barometer yang bagus tentang hasil yang akan didapat oleh Arsenal. Arsenal akan kesulitan dalam beberapa pertandingan kedepan. Sederhana saja untuk mengatakan hal tersebut, mereka tak memiliki kecepatan dan level energi yang dibutuhkan untuk memenangi pertandingan besar.

Rutinitas Kekalahan Dan Cedera Yang Merugikan – Saat mereka kehilangan Aaron Ramsey, salah satu gelandang yang tampil gemilang musim ini, dan mereka kehilangan kecepatan dari Theo Walcott, bisa dikatakan Arsenal akan menderita. Tim terbaik berisikan dengan pelari cepat dan Arsenal tak memilikinya. Chelsea memiliki Ramires, Matic dan Hazard. City memiliki Fernandinho, Navas dan Aguero, Liverpool memiliki Sturridge, Sterling dan Suarez. Melihat kenyataan tersebut, mungkin fans Arsenal yang berpengalaman sudah tak sakit hati bila timnya kalah lagi dalam tiga atau empat pertandingan terakhir.