Kandidat Pengganti Alan Pardew Di Newcastle

Kandidat Pengganti Alan Pardew Di Newcastle

Kandidat Pengganti Alan Pardew Di Newcastle

Kandidat Pengganti Alan Pardew Di Newcastle – Masa depan Alan Pardew di Newcastle United masih belum jelas dan minggu ini bos Toon akan mencari tahu persis seberapa parah hukuman akan mengikuti pelanggaran terbarunya. Tandukan yang dilakukannya kepada gelandang Hull City David Meyler telah mendominasi berita utama di Inggris dan mendorong spekulasi bahwa pemilik Magpies Mike Ashley telah kehilangan kesabaran dengan manajer yang juga mantan pemain Southampton tersebut. Dunia sepakbola kini menunggu hasil sidang disiplin FA, dan akan ada beberpa pengganti potensial untuk manajer berusia 52 tahun tersebut jika harus di depak dari St James Park.

Lee Clark

Kandidat Pengganti Alan Pardew Di Newcastle – Kecintaan Lee Clark untuk Newcastle United bukanlah sebuah rahasia dan mantan gelandang Magpies tersebut akan merasa sulit untuk menolak kesempatan untuk memimpin pahlawan masa kecilnya. Apa yang terjadi di klubnya saat ini, Birmingham City, menjadi kacau baru-baru ini setelah pemilik Carson Yeung dipenjara selama enam tahun di Hong Kong untuk kasus pencucian uang. Pada gilirannya peristiwa telah meninggalkan Clark dalam posisi yang tidak enak, dan meskipun Yeung mengundurkan diri sebagai ketua bulan lalu, implikasi keuangan dari penahanannya belum terungkap.

Uwe Rosler

Kandidat Pengganti Alan Pardew Di Newcastle – Pemegang Piala FA Wigan Athletic suskes dibawanya ke Wembley setelah menang 2-1 atas klub lamanya Manchester City. Kemenangannya di Stadion Etihad, yang melihat The Latics lolos ke semi-final untuk tahun kedua berjalan, telah membuat manajer berusia 45 tahun tersebut menjadi sorotan pada waktu yang tepat. Mantan bos Brentford telah memiliki dampak langsung di Stadion DW sejak tiba pada bulan Desember. Dalam sebuah wawancara dengan Transfermarkt.co.uk, ia menyatakan keinginannya untuk mengelola di Liga Primer. Wigan hanya kalah tiga kali dalam 20 pertandingan sejak pelatih Jerman tersebut mengambil alih dari Owen Coyle dan berada di luar zona play-off Championship.

Michael Laudrup

Kandidat Pengganti Alan Pardew Di Newcastle – Setelah kehilangan pekerjaannya di Swansea City dalam keadaan agak membingungkan, legenda Denmark Michael Laudrup sudah di radar dari sejumlah klub baik di Inggris dan luar negeri. Menurut talkSPORT, Monaco tertarik untuk membawa manajer 49 tahun tersebut ke Ligue 1 saat kesabaran mereka dengan bos saat ini Claudio Ranieri semakin tipis, sedangkan Queens Park Rangers juga dikenal pengagum Laudrup. Mantan gelandang Barcelona dan Real Madrid tersebut membawa Swansea ke trofi besar pertama mereka, memenangkan Piala Capital One di Wembley lebih dari setahun yang lalu sebelum dia dipecat bulan lalu. Gaya bermainnya yang menarik dipuji selama waktunya di South Wales, dan jika ia bisa mengulangi aksi heroiknya dengan Newcastle United, Laudrup akan diberikan kebebasan di Tyneside.

Malky Mackay

Kandidat Pengganti Alan Pardew Di Newcastle – Pria Skotlandia 42 tahun itu digantikan oleh Ole Gunnar Solskjaer setelah pemilik Vincent Tan membuat marah penggemar Cardif dengan memecat pria yang membawa mereka ke Liga Primer. Setelah kontroversi kepergiannya yang telah memicu pertempuran hukum terhadap mantan majikannya, mantan pemain Watford tersebut bisa siap untuk kembali ke Liga Primer. Reporter The Mirror John Cross telah mengisyaratkan ketertarikan dari Norwich City dan West Bromwich Albion, tetapi panggilan dari Newcastle United akan menjadi salah satu yang sulit untuk diabaikan.

Steve Bruce

Kandidat Pengganti Alan Pardew Di Newcastle – Bos Hull City Steve Bruce telah mengakui penyesalannya pada menolak kesempatan untuk mengelola klub masa kecilnya ketika Newcastle United datang memanggil kembali pada tahun 2004. Manajer 53 tahun itu telah didekati oleh ketua Freddy Shepherd saat Magpies tampak mencari pengganti Sir Bobby Robson, tapi Bruce memilih untuk tetap setia kepada Birmingham City. Dalam sebuah wawancara dengan Sky Sports, mantan bek Manchester United mengatakan, “Kalau dipikir-pikir itu adalah kesalahan saya tidak pergi ke sana. Saya selalu berpikir bagaimana jika saya melakukannya. Tapi saya berkomitmen untuk Birmingham pada saat itu dan itu tidak terjadi jadi saya harus melihatnya melalui dan di sana anda pergi.”