Juventus Masih Diuntungkan Wasit

Juventus Masih Diuntungkan Wasit

Juventus Masih Diuntungkan Wasit

Gelandang internasional Italia Daniele De Rossi mengakui bahwa dirinya ingin mendekati perolehan angka Juventus di pekan ini. Karena itu ia bertekad untuk mengalahkan AC Milan dalam laga lanjutan Serie A, walau keputusasaan sempat melanda mereka sebelum pelatih Rudi Garcia tiba di awal musim. Pemain andalan AS Roma itu sangat yakin bahwa Juventus merupakan salah satu tim yang kerap kali menjadi ‘favorit’ dari para wasit untuk memberikan sebuah keputusan sejauh ini. Bianconeri saat ini berada di posisi teratas dengan perbedaan enam angka dengan skuad asuhan Rudi Garcia di tabel sementara Serie A dan De Rossi melihat dari sejumlah insiden yang terjadi menunjukkan bahwa Juventus masih menjadi idola para wasit, kendati ia berharap akhir musim nanti segalanya menguntungkan posisi mereka.

“Kami sama sekali tidak terganggu dengan keputusan wasit. Meski demikian, melawan Torino – pelanggaran kepada Miralem Pjanic, dan di Atalanta, ada dua keputusan yang sebenarnya berpihak kepada kami untuk memperoleh penalti, yang nyatanya tidak kami peroleh,” kenang De Rossi. “Di Sisi lain, Juventus sangat beruntung mereka masih disayang oleh wasit, dan sejauh ini mereka masih menjadi anak emas. Saya pikir hal itu terlihat jelas saat melawan Chievo dan Torino. “Mereka mengatakan bahwa pada akhir musim kesalahan ini merupakan hasil suatu keseimbangan, dan kami berharap hal ini terjadi.” Garcia mampu mendirikan sebuah revolusi baru bagi klub ibukota pada musim ini, setelah menelan kekalahan terakhir pada final Coppa Italia lalu saat ditekuk oleh Lazio pada Mei lalu, sejauh ini mereka belum terkalahkan di musim 2013-14.

De Rossi mengaku kalau dirinya sempat kehilangan motivasi untuk kembali bermain selama pra-musim lalu, setelah hasil kekalahan di partai final dan memberikan kepercayaan sepenuhnya kepada Garcia yang sukses mengembalikan semangat dan motivasi tim. “Rudi Garcia merupakan salah satu pelatih terbaik bagi Roma dan kami harus memanfaatkan momen ini dan percaya bahwa setelah hasil menyesakkan pada 26 Mei lalu – yang merupakan sejarah terkelam kami. Kita membutuhkanseorang yang memiliki karisma,” lanjut De Rossi. “Tadinya saya berpikir tidak akan dapat memulihkan diri lagi. Setelah mengikuti latihan pra-musim di Terni, saya merasa sedang berada di titik nol dan berniat untuk tetap tinggal di rumah. “Sebaliknya, berkat kehadiran pelatih baru ini dan beberapa pemain yang luar biasa, kami mampu kembali ke Roma dengan sebuah kepercayaan diri tinggi.

De Rossi kemudian mencoba membandingkan antara Rudi Garcia dengan sosok Fabio Capello. “Garcia benar-benar mengingatkan saya kepada Fabio Capello, namun ia jauh lebih muda dan pendekatannya kepada semua pemain sangat baik. Ia juga penuh dengan canda, sementara Capello lebih kaku. Roma akan mengunjungi markas Milan di San Siro pada Senin malam waktu setempat, dengan prestasi kubu tuan rumah tidak terkalahkan dari enam pertandingan terakhir di seluruh kompetisi, dan De Rossi mencoba untuk memberi peringatan kepada rekan-rekannya untuk bertarung dan mencuri angka penuh sebelum menghadapi Juventus bulan depan.