Judi Online Bola Mengapa Suarez Ingin Meninggalkan Liverpool?

Mengapa Suarez Ingin Meninggalkan Liverpool

Mengapa Suarez Ingin Meninggalkan Liverpool?

Judi Online Bola - Saat Fernando Torres menghancurkan hati Liverpool dengan pindah dari Anfield ke Stamford Birdge tahun 2011, fans the Reds merasa terkhianati dan terabaikan oleh el Nino yang mereka cintai. Tapi tak butuh waktu lama bagi mereka untuk menemukan pahlawan lain, yang memiliki passion, talenta, serta kemampuan mencetak gol yang tak kalah dari Torres.

Dan Eureka! – datanglah seorang Luis Suarez dari Ajax Amsterdam. Dia tiba dengan catatan 51 gol dari 89 pertandingan, yang menunjukkan kemampuan finishing yang tajam pemain Uruguay tersebut. Sekali lagi, Liverpool dan the Kop menemukan harapan baru. Dia menjawab harapan tersebut dengan baik, beberapa gol dicetaknya lahir saat melawanhukum fisika. Suarez memiliki kelincahan ballerina dengan tenaga dan semangat banteng untuk mendapatkan bola. Para defender akan mudah dipermalukan, penonton akan bersorak, dan Liverpool memiliki seorang bintang baru yang siap melambungkan mereka. Pemain berusia 26 tahun tersebut bisa memuaskan mata siapapun yang melihat permainannya. Tapi dua setengah musim kemudian, sejarah terulang dengan sendirinya – bahkan dengan situasi yang lebih kacau daripada sebelumnya. Jati diri Suarez yang sebenarnya terkuak dan dia jauh dari citra seorang penyelamat yang selalu dielu-elukan dan diharapkan fans Liverpool.

Setelah mencoreng nama besar Liverpool dengan aksi rasisnya versus Patrice Evra dari Manchester Unied, pemain Uruguay mengatakan pada media bahwa dia merasa menderita selalu dipojokkan di Inggris. Dan kurang dari dua tahun kemudian, Suarez melakukan hal yang konyol lagi, dia menggigit pemain Chelsea Branislav Ivanovic dalam pertandingan yang berlangsung seri 2-2. Apakah dia meminta maaf? Apakah dia mengatakan bahwa kejadian tersebut adalah kesalahannya dan dia ingin memperbaikinya? Tidak. Hadirin yang terhormat, inilah Luiz Suarez. “Media Inggris tak pernah mengerti saya,” kata pemain Uruguay tersebut. “Kontroversi dengan Evra dan Ivanovic bukanlah kesengajaan. dan akibat pemberitaan media Inggris yang berlebihan, setiap orang juga ikut berlebihan dalam memandang aksi yang saya lakukan.

 “Setelah insiden dengan Evra, sulit untuk mencari pemberitaan yang menceritakan tentang siapa saya sesungguhnya.” “Akibat pemberitaan tentang gigitan pada Ivanovic, saya akhirnya takkan bisa meraih gelar pemain terbaik liga premier musim ini.” Mungkin lebih baik bila anda tak menggigit orang, bukan? Komentar Suarez yang menyatakan bahwa media Inggris “tak pernah mau mengerti” adalah kode bahwa dia tak ingin lagi bermain di Inggris. Mungkin dia ingin pindah ke Spanyol, padahal dia tahu jika jurnalis dan paparazzi di Spanyol juga terkenal pedas.

Saat dibandingkan dengan kepindahan Robin van Persie – dari Arsenal ke Mancheser United musim pans lalu alasan kepindahannya tak jauh lebih baik. Suarez akan mengkhianati tradisi dari klub yang asset besar mereka adalah loyalitas antara staff dan pemain serta hubungan yang hangat dari pemain dan jutaan fans di penjuru dunia. Torres meninggalkan Liverpool untuk memenangkan dua gelar Eropa dan FA Cup (dan masih bisa bertambah) – tapi seburuk-buruknya Torres, dia memberikan Liverpool tiga setengah musim penuh dedikasi. Patut dicatat juga, kepergiannya adalah karena frustasi tak mendapatkan trofi. Bukan alasan aneh yang dibuat-buat sendiri.

Suarez juga naïf dengan mengatakan bahwa Real Madrid pasti menginginkannya. Penyerang berkualitas sepertinya naïf untuk berpikir bahwa setiap klub besar di dunia tak akan mempertimbangkan aspek karakter dalam merekrut pemain. Dia percaya bahwa klub besar dimanapun itu, pasti akan membutuhkan pemain dengan skill seperti dia. Dia percaya bahwa talenta dan skillnya yang luar biasa dapat menutupi aksi konyol dan tak masuk akal yang selama ini lekat padanya. Tapi dia salah, sejauh ini hanya Liverpool, satu-satunya klub besar yang bersedia menerima aksi-aksi konyol dan kepribadiannya yang nyentrik. Sebenarnya hanya Liverpool satu-satunya klub besar yang menginginkan Suarez. Jangan sebut Arsenal bila saya berbicara tentang klub yang lebih besar dari Liverpool. Faktanya, kedua klub tersebut berada pada level yang sama. Judi Online Bola