Bola Online Keindahan Permainan Pirlo

Keindahan Permainan Pirlo

Keindahan Permainan Pirlo

Bola Online – Tidak peduli anda penggemar Milan ataupun anda penggemar Juventus, anda pasti punya pandangan yang sama tentang Andrea Pirlo yakni; permainannya  luar biasa. Pirlo yang lahir pada 19 Mei 1979 memang mempunyai permainan yang tidak bisa yang mampu mengundang mata selalu tertuju padanya. Pemain berusia 34 tahun ini memang tidak banyak bicara tetapi gerakan dan kakinyalah yang berbicara mengatakan bakatnya. Hal ini senada dengan opini pelatihnya sewaktu juara Piala Dunia 2006; Marcello Lippi.

“Pirlo adalah seorang pemimpin yang pendiam. Dia berbicara dengan kakinya.” Begitu Lippi beropini tentang Pirlo ketika dilatihnya. Pirlo memang sangat pendiam bahkan cenderung dingin. Tidak terlihat meledak-ledak seperti para gelandang Italia lainnya semisal Zambrotta ataupun senior-seniornya. Pirlo ibaratnya berfokus pada hasil karyanya yang penting bagaimana dia bisa membantu timnya menang.

Posisi awalnya adalah gelandang serang baik di Brescia maupun di Inter atau klub yang meminjam jasanya sewaktu Inter memilikinya. Tetapi, begitu pemain kelahiran Lombardo pindah ke AC Milan dan dilatih Carlo Ancelotti, pelatih tersebut memindahkan Pirlo ke posisi lebih ke belakang daripada gelandang serang atau istilah yang dibuat Ancelotti adalah deep-lying playmaker. Posisi itulah yang membuatnya bersinar terang dan meraih gelar demi gelar bersama AC Milan dan puncaknya adalah meraih gelar juara Piala Dunia 2006. Sebuah gelar yang diimpikan oleh semua pemain sepak bola.

Sang metronom kemudian terus melayani AC Milan dan membuat irama permainan Milan sejalan dengan pikirannya. Dia juga dijuluki sang arsitek karena yang membuat skema permainan berjalan adalah dirinya. Belum lagi tendangan bebasnya, pelan tapi pasti meluncur ke gawang lawan. Indah sangat indah. Jenius dan sangat berseni, tidak meluncur deras tanpa irama. Para suporter Milan sebenarnya menginginkan agar Pirlo tetap bertahan tetapi apa daya manajemen klub butuh uang karena hutang klub yang menumpuk akhirnya Pirlo dilepas demi mengurangi anggaran gaji. Di Juventus, Pirlo juga menjadi pengatur serangan yang mumpuni bahkan dirinya didaulat menjadi kapten menggantikan legenda sebelumnya Alessandro Del Piero.

Kawan maupun lawan respek terhadapnya karena perilakunya yang santun juga rendah diri. Dia seperti malaikat yang membawa bola dengan wajah brewokan begitu pers Italia kemudian menyebut dirinya sewaktu dia membiarkan rambut di wajahnya tumbuh. Pirlo juga masih terus melayani Italia bahkan termasuk ke dalam pemain yang berjasa membawa Italia ke Final Piala Eropa 2012 sebelum akhirnya dikalahkan oleh Spanyol dengan sangat memalukan 4-0. Pirlo tetap melayani dengan sepenuh hati siapapun pelatihnya. Sebuah panutan dan sebuah keteladan telah ditunjukkan olehnya. Ibaratnya kalau di Indonesia kita memiliki pemain seperti, Bambang Pamungkas, maka di Italia mereka mempunyai Pirlo sebagai figur positif yang patut diteladani. Bola Online