Bola Online Apa Lagi, Dinho?

Apa Lagi, Dinho

Apa Lagi, Dinho?

Bola Online – “Saya sudah habis dan saya sudah menjadi debu, itu yang mereka katakan. Menarik menyimak apalagi yang akan mereka katakan?”

Bagi Ronaldinho, hal itu menjadi sebuah pelampiasan yang emosional ketika mendapati dirinya berhasil menjadi juara Copa Libertadores bersama Atletico Mineiro, minggu lalu. Mantan pemain terbaik dunia tersebut dengan gamblang menjawab setiap kritik yang disematkan di pundaknya dengan sebuah trophy prestisius. Dengan memenangkan trophy tersebut, Dinho, begitu ia disapa masuk ke klub pemain yang sudah memenangkan UEFA Champions League, Copa Libertadores dan Piala Dunia. Sebelumnya sudah ada nama seperti Dida, Marcos Cafu dan Roque Jr. Hasil ini setelah menjadi proses pencarian jati diri ulang Ronaldinho yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya ketika memutuskan untuk pulang ke Brazil 2011 setelah sebelumnya bermain untuk AC Milan. Flamengo menjadi tujuan Ronaldinho, dimana ia hanya bertahan sekitar 18 bulan dikarenakan permasalahan gaji.

Di tempat lain, keberhasilan ini meninggalkan Ronaldinho di tempat yang abu-abu. Ketika ia dianggap masih mampu untuk berkontribusi bagi tim Nasional, nampaknya Luiz Felipe Scolari yang sebelumnya sudah mematiskan bahwa tidak ada tempat bagi Ronaldinho, akan berpikir keras apa yang akan ia lakukan terhadap legenda Barcelona tersebut. Meskipun Scolari mengutarakan kekecewaannya kepada Ronaldinho atas sikap indisiplinernya dalam mengikuti latihan tim nasional. Scolari tidak akan lupa bagaimana kontribusi Ronaldinho pada Piala Dunia 2002, dimana mereka bersama-sama membawa Brazil menjadi kampiun di tanah asia. Piala Konfederasi 2013 kemarin menjadi jawaban kekecewaan Big Phil ketika nama Ronaldinho tidak dipanggil.

Meskipun Scolari kerap mengatakan bahwa hanya pemain terbaik pada form saat ini yang akan ia bawa ke dalam skuad tahun depan, Ronaldinho masih harus membuktikan diri kepada Scolari agar ia bisa masuk ke dalam skuad. Di tambah saat ini, Brazil tergolong sudah memiliki komposisi dan skema yang pas. Di umur ke 33 dan meskipun sudah mengalami penurunan kecepatan, Ronaldinho masihlah Ronaldinho yang dulu, dimana ia menjadi Jenderal di lapangan, namun kali ini ia lebih mengedepankan permainan tim dibandingkan aksi-aksi individu sewaktu dulu ia merumput di Eropa.

Persepsi yang berkembang atas polemik apakah perlu memanggil Dinho ke timnas lagi adalah adanya suatu kondisi ketika performa brilian Dinho di level klub, tidak pernah ia bawa ke timnas secara eksplosif. Agak mengejutkan memang, banyak fans yang mengklaim bahwa Ronaldinho pada tahun 2002, seandainya free kick indahnya tidak pernah merobek jala David Seaman, maka ia akan di cap gagal selama membela timnas, banyak yang percaya kualitas yang Dinho punya tidak sepenuhnya keluar, sehingga ia di cap bukan lah pemain dengan level tim nasional.

Tapi tetap saja Ronaldinho telah menjadi legenda bagi sepak bola Brazil, terkait bagaimana orang melihatnya. Apa yang ia lakukan untuk negaranya, bagaimana ia mengharumkan tradisi pemain Brazil di Eropa yang memukau. Bagaimana Ronaldinho menjadi legenda Barcelona, meskipun pada akhirnya ia mengalami permasalahan dunia malam dan lainnya. Ronaldinho dikenal karena bermain dengan ketulusan hati yang tidak dipunyai oleh pemain lainnya. Apapun yang akan terjadi, Dinho telah cukup membuktikan bahwa ia adalah pemain yang tidak mudah dikritik begitu saja. Bola Online